Kita ingin menjadi seperti apa tahun depan, 5 tahun lagi, sepuluh tahun lagi ataupun ketika pensiun nanti?
Apakah kita ingin hidup tenang di rumah yang nyaman, bermain bersama anak dan cucu. Pergi kemanapun kita suka. Melakukan apapun yang kita suka. Melakukan aktivitas sosial.
Atau? Apakah kita ingin hidup menumpang kepada anak2 kita. Melakukan apa yang orang lain inginkan, tanpa bisa menolaknya. Masih sibuk mencari penghasilan tambahan untuk makan sehari-hari.
Kalau saya, pasti memilih tujuan yang pertama. Bagaimana dengan anda? Penentuan tujuan ini sangat penting bagi kita. Tuliskan setiap tujuan kita dalam sebuah buku. Kenapa penetapan tujuan itu penting?
Analoginya mungkin seperti ini:
Kita naik taksi, dengan anggaran misalnya Rp 100.000,-. Ketika ditanya oleh supir taksinya kita bilang ”Pak, saya punya Rp 100.000,-, bawa saya kemana saja”. Apa yang akan dilakukan pak supir? Dia bisa saja diam di tempat, dengan argo terus jalan. Dia bisa saja muter-muter nggak karuan dan menurunkan kita dimana saja ketika argonya mencapai Rp 100.000,-. Dimana saja? Bisa di tengah kota, bisa dipinggir kota, bisa dikawasan industri, bisa didekat rumahnya pak supir. Pokoknya dimana saja.
Bandingkan dengan ”Pak, saya punya Rp 100.000,- bawa saya ke Bogor.” Apa yang dilakukan pak supir? Dia akan berusaha mencari jalan terdekat ke arah kota Bogor. Hasilnya, bisa jadi kita akan sampai di Bogor. Bisa jadi kita sebentar lagi sampai di Bogor ketika argo mencapai Rp 100.000,-. Yang jelas, kita sudah mendekat ke arah Bogor. Kita tinggal meneruskan sedikit lagi...Sukur2 pak supir taksi baik hati dan meneruskan perjalanan kita sampai tujuan tanpa bayaran tambahan.
Apa yang membedakan kedua analogi diatas? Tujuan akhirnya.....yang menyebabkan berbedanya hasil akhir.
Senin, 28 April 2008
Tetapkan tujuan anda sekarang
Hidup hanya untuk hari ini?
Dalam salah satu perbincangan dengan kawan lama saya dari Makassar, Handoko, terucap sebuah kalimat yang sangat penuh makna apabila direnungkan. Yaitu ”saya hidup hanya untuk hari ini”.
Apa yang salah? Apa yang benar?
Kita memang harus memaksimalkan hari ini. Bukan memaksimalkan besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Kunci keberhasilan hidup adalah apa yang kita lakukan hari ini. Apabila kita tidak membangun pondasi kita hari ini, maka masa depan kita tidak akan sekuat atau sesukses apabila kita membangunnya hari ini. Makin cepat kita membangunnya, makin cepat pula kesuksesan menemui kita.
Tapi kalimat ”saya hidup hanya untuk hari ini” bisa sangat berbahaya apabila kita tidak memiliki tujuan dalam hidup ini. Alih-alih membangun pondasi untuk pencapaian tujuan kita, kita malah membiarkan kehidupan kita mengalir begitu saja tanpa arah dan tujuan pasti. Akibatnya, we’re going nowhere...
